Kegiatan “Field Trip” Belajar di Luar Sekolah Siswa Kelas VIII SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong Pada 29-31 Oktober 2025

Implementasi kurikulum merdeka belajar di SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong yakni dengan menyelenggarakan kegiatan Belajar di Luar Sekolah untuk seluruh siswa kelas VIII pada tanggal 29–31 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkaya pengalaman belajar melalui eksplorasi budaya, alam, dan nilai-nilai lokal di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Rombongan mengunjungi Padepokan Seni Bumi Ageung dan Pusat Budaya Pagerageung Tasikmalaya.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara edukatif, menyenangkan, dan selaras dengan prinsip pendidikan karakter berbasis nilai keislaman dan kearifan lokal.

Pada hari pertama, Rabu, 29 Oktober 2025, siswa tiba di Pusat Budaya Pagerageung dan langsung terlibat dalam berbagai aktivitas budaya Sunda. Mereka menyaksikan proses tradisional pembuatan minyak kelapa yang dikenal dengan istilah ngeletik, lalu belajar menyanyikan lagu daerah Kawih Murangkalih yang sarat makna filosofis. Tak ketinggalan, para siswa juga diajak memainkan angklung secara bersama-sama, melatih kekompakan dan apresiasi terhadap seni musik tradisional. Sebagai puncak kegiatan sore hari, mereka menyaksikan pagelaran Gending Karesmen berjudul “Si Ujang jeung Doraemon”, sebuah karya kreatif yang memadukan unsur modern dan tradisional. Acara ditutup dengan santapan kuliner khas Sunda seperti bajigur, kukuluban, dan seuseupanan yang disajikan sebagai bentuk pengenalan terhadap kekayaan gastronomi lokal.
Hari kedua, Kamis, 30 Oktober 2025, diisi dengan kegiatan yang menggabungkan eksplorasi alam dan pembelajaran praktis. Siswa menyaksikan proses pembuatan gula merah atau yang dikenal dengan istilah nitis, sebuah warisan pengetahuan lokal yang mulai langka. Setelah itu, mereka mengikuti sesi outbond yang menantang, termasuk wahana flying fox yang melatih keberanian dan kepercayaan diri. Di sore harinya, siswa berpartisipasi dalam permainan tradisional Alimpaido serta kegiatan ngobeng—menangkap ikan di kolam menggunakan tangan—yang melatih ketangkasan dan kerja sama tim. Malam harinya, suasana kebersamaan semakin hangat melalui acara api unggun yang diisi dengan refleksi, nyanyian, dan cerita inspiratif dari guru pendamping.
Pada hari terakhir, Jumat, 31 Oktober 2025, fokus kegiatan beralih pada pelatihan keterampilan ketangkasan tradisional. Siswa bergantian mencoba naik kuda, berlatih nyumpit (melempar sumpit), dan membidik sasaran dalam sesi panahan. Ketiga aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan disiplin, konsentrasi, dan pengendalian diri—nilai-nilai yang selaras dengan pendidikan karakter di lingkungan sekolah Islam. Setelah sarapan dan persiapan kepulangan, rombongan singgah di kawasan Dago, Bandung, untuk berbelanja oleh-oleh khas Jawa Barat sebagai kenang-kenangan dan wujud dukungan terhadap produk UMKM lokal.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para siswa kembali ke Cibinong membawa bekal ilmu, pengalaman, dan kenangan tak terlupakan. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya rasa ingin tahu, kemandirian, dan semangat belajar sepanjang hayat. SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong akan terus mengembangkan program-program inovatif yang memadukan akademik, karakter, dan kecintaan terhadap tanah air. Semoga pengalaman di Tasikmalaya dan Bandung menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus menjelajahi dunia dengan hati yang terbuka dan pikiran yang kritis.
.
[Tim Redaksi: Indira Setyani, S.Pd.]



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!